Setahun Perjalanan Sejauh Mata Memandang

_MG_4980

Sejak kecil, Chitra Subyakto dikenalkan dengan keindahan budaya Indonesia oleh ibunya. Kecintaan terhadap segala sesuatu yang berbau etnik ini pun ia buktikan dengan menggarap Sejauh Mata Memandang setahun lalu bersama Arya Dipa. Dengan menggunakan teknik batik, ia membuat motif-motif baru pada sebuah kain katun. Jika tahun lalu, Sejauh Mata Memandang berhasil mengangkan tema Noodle Bowl, makan tahun ini Chitra mempersembahkan motif kain yang terinspirasi dari pertanian rumput laut Indonesia. Koleksi yang bertajuk Alga Series ini dipamerkan bersamaan dengan pembukaan A.P.A, sebuah alternative public artspace yang digagas oleh Art. Dept. Dan Future 10.

Pada acara pameran yang dilangsungkan tanggal 27 November-13 Desember 2015, para tamu undangan dan media bisa melihat langsung kain-kain Alga Series. Koleksi kain dan busana didominasi warna redup seperti biru dongker, hitam, dan merah. Pembuatan koleksi ini dilakukan di 3 daerah, yaitu Pekalongan, Bantul, dan Madura dengan masing-masing daerah 10 pembatik. Khusus untuk daerah Madura, Chitra mengambil warna merah sebagai ciri khas daerah tersebut. Namun meski mengangkat warna primer, warna-warna ini tetap tidak terlalu mencolok.

_MG_5004

Inspirasi pertanian rumput laut ini ia dapatkan saat melihat lautan Indonesia dari atas pesawat. “Saat bermain di pantai, kita tidak bisa melihat langsung rumput laut ini. Tetapi ketika dari atas pesawat, terlihat jelas ruas kotak-kotak rumput laut yang disinari cahaya matahari. Indah sekali.” Tutur Chitra.

_MG_5010

Kotak-kotak dan ruas ruas garis lurus ini yang diaplikasikan pada motif Alga Series. Gambar perahu kecil khas petani rumput laut juga menjadi pemanis pada motif ini. Kain katun pleats juga dipilih menjadi salah satu varian koleksi yang menarik perhatian. Selain kain, beberapa busana disajikan seperti baju panjang, scarf outer, dan celana. Harga berkisar dari Rp800.000-2000.000.

_MG_5013

 

Semua karya Sejauh Mata Memandang adalah hasil tangan. Misinya adalah untuk menciptakan motif tradisional baru yang relevan dengan tren masa kini, sehingga bsia dikenakan oleh generasi muda.

Dengan sinergi generasi muda dan para seniman daerah, Chitra yakin masih banyak keindahan budaya Indonesia yang bisa diolah menjadi karya seni tiada banding.

Text & Photo: Silmia Putri