Layanan Ojek Syar’i Khusus untuk Wanita

Mengisi waktu kuliah dengan bekerja sebagai kurir, Evilita merasa kurang nyaman dengan bercampurnya pria-wanita bukan mahram di angkutan umum seperti ojek. Belum lagi risiko tindak kriminal dan perbuatan asusila yang marak terjadi belakangan ini. Evilita menceritakan kegelisahan ini pada rekan sejawatnya, Reza Zamir yang dikenal Evilita dari Facebook. Dari sini mereka berinisiatif menciptakan Ojek Syar’i (Ojesy) pada 10 Maret 2015.

evilita adriani reza ojek syari

Ojesy adalah ojek online yang pengemudinya semuanya wanita berhijab. Wanita usia 19 tahun ini mengenang, Ojesy berangkat benar-benar dari nol. “Kami inilah yang dibilang ‘modal dengkul’. Modal awal hanya satu unit motor dari orang tua saya. Awalnya penumpang pun harus bawa helm sendiri,” kata Evilita tertawa.

Breaking through is not as easy as it sounds. Mendobrak pakem yang sudah ada, menjadi lain daripada yang lain, pelaksanaannya penuh liku dan terjal. Kendati transportasi berbasis digital tengah populer di kalangan masyarakat, Ojesy justru kesulitan menggaet sahabat pengendara. Ide perempuan berhijab, berpakaian longgar, narik ojek mendulang stigma negatif bagi yang mendengarnya. Susah payah mengumpulkan delapan calon pengendara, lima di antaranya mengundurkan diri. “Banyak yang heran, ‘perempuan kok ngojek?’ Atau berpikiran negatif ‘ngapain perempuan keluyuran di jalanan?’” kenang Evilita yang berdomisili di Surabaya ini.

12274339_1501357383493318_6209797756970023256_n

 

Meski cukup kesulitan di awal, sebenarnya kebutuhan akan Ojek Syar’i cukup tinggi. Khususnya kaum perempuan, mereka mengaku lebih nyaman diantar ojek wanita karena lebih aman, nyaman, dan sesuai syariah. Evilita dan Reza akhirnya menggunakan pendekatan ‘sosial’ dalam menjaring calon pengendara. Evi menjelaskan bahwa ojek adalah profesi halal, ada nilai ibadahnya menolong sesama wanita dengan nilai sosial dan syariah tinggi. “Jadi selain dapat penghasilan, juga dapat pahala,” ujar Evi seraya tersenyum.

Pemesanan Ojesy bisa melalui WhatsApp atau telepon, dengan tarif awal Rp5.000, dan Rp3.000/km selanjutnya. Jika memesan minimal 20 kali dalam sebulan, akan ada designated driver yang stand by melayani kita secara khusus. Designated driver ini bebas tarif awal, cukup bayar biaya jarak saja. Pembagian hasil antara sahabat pengendara dan Ojesy adalah 70:30. Saat ini Ojesy melayani rata-rata 80-100 order setiap hari. Reza menceritakan uniknya ada kedekatan emosional antara sahabat pengendara dan penumpang, termasuk curhat di jalan hingga berurai air mata. “Ini kan artinya sudah di level kenyamanan dan kepercayaan yang sedemikian rupa,” kata Reza. Kini telah tersebar 250 sahabat pengendara di Jabodetabek, Surabaya, Solo, Yogyakarta, hingga Malang. Seiring berjalannya waktu, takdir mengukir jalannya sendiri.

12065596_1494744004154656_6261219749891692365_n

Ojesy masih akan melebarkan sayapnya sebaga perusahaan transportasi berbasis digital yang mumpuni. Evilita dan Reza berharap dukungan semua pihak karena mereka masih amat minim secara jumlah dibanding usaha-usaha sejenis. “Kami membutuhkan banyak ide, kritik, dan saran dari semua pihak,” kata Reza yang tengah mengembangkan aplikasi mobile Ojesy dalam waktu dekat.

Text: Hafsya Umar

Photo: Doc. Facebook