Burkini, Kontroversi dan Makna Dibaliknya

Baru-baru ini, komunitas Islam di seluruh dunia dikejutkan dengan adanya foto viral yang menggambarkan seorang wanita yang melepas burkini dengan diawasi oleh 4 polisi. Kejadian ini bertempat di tengah pantai di Nice, Perancis dan dilihat oleh banyak orang yang mengunjungi pantai tersebut. Kejadian ini menjadi menggemparkan karena peristiwa tersebut merupakan dampak dari penerapan aturan pelarangan memakai burkini di pantai. Sebenarnya, apakah makna burkini bagi wanita muslim dan apa yang menyebabkan ia sampai dilarang?

ks5nz4lF55XH7aupYREpabvW7RE

Burkini kata baru yang tercipta dari gabungan 2 buah kata yaitu Burka dan Bikini. Desain dari burkini ini diklaim oleh seorang wanita muslim asal Australia bernama Aheda Zanetti. Bentuk dari burkini ini hampir menyerupai wetsuit atau baju selam yang kebanyakan telah digunakan oleh perenang, peselancar, maupun penyelam untuk melindungi tubuhnya. Namun, yang membedakannya hanyalah motif dan warna yang lebih beragam serta bentuk bagian atas yang lebih panjang hingga lutut. Cerita dibalik perancangan burkini oleh Zanetti ini adalah karena dia melihat keponakannya yang mengenakan jilbab ingin ikut serta bermain netball di pantai. Namun, saat itu keponakannya tak diizinkan ikut karena pakaian yang ia kenakan. Setelah keluarga meminta tolong untuk memasukkan keponakannya dalam tim, ada satu hal yang sangat mengganggunya. Untuk tetap dapat menutup auratnya saat berolahraga, keponakannya harus memakai track pants, kaos panjang, dan jilbab yang panjang. Hal ini tentu saja menghambat geraknya terutama di bawah terik matahari pantai. Dari sinilah Zanetti terinspirasi untuk membuatkan keponakannya baju yang nyaman untuk olahraga namun tetap menutup aurat.

az7Z4

 

Saat produk ini pertama kali diluncurkan, banyak kontroversi yang terjadi, bukan hanya dari pihak non-muslim namun para wanita muslim pun memperdebatkannya. Ada yang berpendapat bahwa baju ini kurang menyimbolkan syariat Islam, namun ada juga yang memberi dukungan penuh. Zanetti pun mengemukakan pendapatnya bahwa burkini memang bukanlah simbol Islam. Burkini ini diciptakan sebagai simbol kesenangan, kesehatan, dan kebugaran. Inilah tujuan sebenarnya, membuat pakaian olahraga pantai yang bisa dipakai oleh siapa saja bahkan wanita muslim yang tidak mengenakan jilbab sekalipun. Karena kontroversi inilah Zanetti sempat menunda peluncuran dalam jumlah besar dan mulai lagi mempelajari menutup aurat yang sesuai syariat Islam.

maio

Namun, berita yang mengecewakan dan menyedihkan datang justru dari negara yang mengagungkan kebebasan. Dengan adanya pelarangan pemakaian burkini di pantai, justru menyalahi asas kebebasan yang diagungkan tersebut. Pelarangan tersebut berarti membatasi wanita dalam memilih pakaian yang nyaman mereka gunakan. Tak hanya wanita muslim, beberapa wanita yang ingin tampil tertutup dan sederhana lebih memilih burkini sebagai outfit saat berlibur ke pantai. Bagi para penyelam dan peselancar pun lebih memilih burkini untuk melindungi kulit mereka dari sengatan matahari. Seharusnya, jika memang kebebasan berpakaian merupakan hal yang diutamakan, wanita berhak memilih apa yang dia pakai.

swimsuitmuslimah_plus_size_0

Burkini, tak ada bedanya dengan wetsuit, hanyalah pakaian yang digunakan untuk berolahraga dan melindungi diri. Yang membedakannya adalah burkini memiliki pesan dalam penciptaannya. Ia diciptakan untuk mendorong wanita muslim untuk lebih aktif dan lebih bermanfaat bagi lingkungannya. Tak seharusnya wanita dihakimi karena pakaiannya dan tak seharusnya wanita dibatasi dalam pemilihan pakaian. Freedom and empowerment, tujuan utama penciptaan burkini.

foto: berbagai sumber