5 Cara Bersantap yang Ramah Lingkungan

 

tumblr_inline_neaimwaxvB1rncv56

1. Beli produk lokal dan organik.

Ini cara yang paling pintar. Meskipun semakin banyak produk organik di supermarket, coba pergi ke pasar tradisional. Misalnya, kamu bisa datang ke Pasar Organik Jakarta yang hadir setiap hari minggu di Jl. Sunda. Cara lain untuk mendukung petani lokal adalah dengan terlibat dalam program organisasi lingkungan tertentu, misalnya dengan menjadi pelanggan sayur dalam project Green Initiative Foundation yang melibatkan petani di Sarongge, Cianjur. Atau kamu tahu pasar tradisional lain dan organisasi serupa yang menjual produk organik? beritahu teman-temanmu. Kamu juga bisa daftarkan dirimu untuk jadi relawan di project serupa.

2. Jadi vegetarian seminggu sekali.

Produksi daging menggunakan energy/ sumber daya yang besar. Rata-rata, untuk memproduksi satu ½ kg daging sapi membutuhkan 2,500 galon air, sedangkan untuk memproduksi ½ kg tomat hanya membutuhkan 22 galon air. Lihat berapa besar perubahan yang dapat kita lakukan satu hari dalam seminggu? Tantang dirimu untuk mencoba resep vegetarian baru.

3. Coba raw food seminggu sekali.

Istirahatkan dirimu dari makanan yang dimasak/diolah dengan proses lama dan cobalah konsumsi raw food. Raw food adalah makanan mentah atau makanan yang tidak dimasak (baik itu digoreng, direbus, dipanggang, dibakar) dan tidak diproses dengan cara tertentu. Dengan cara ini, efeknya tidak hanya sama dengan menjadi vegetarian sehari, tetapi juga menghemat energy karena kamu tidak memakai peralatan masak serta mengurangi penggunaan air dalam proses memasak.

4.  Beli makanan yang minim kemasan.

Ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga membantu mengurangi tubuhmu dari senyawa kimia sintesis yang diserap makanaan ke dalam packaging. Salah satu cara untuk membatasi pembelian packaging/kemasan adalah dengan membeli produk langsung dalam jumlah yang cukup besar dan memisahkannya dalam porsi individu ketika sudah dirumah. Pilih produk berdasarkan kemasan, pikirkan apakah kamu dapat mendaur ulangnya? Apakah kamu dapat menggunakan kembali dan tidak membuangnya?

5. Makan sesuai musimnya.

Dengan memgkonsumsi sayuran atau buah-buahan yang ada sesuai musimnya berarti juga mengurangi jumlah pengeluaran/ energi yang dihasilkan dalam transportasinya. Bayangkan perbedaan yang terjadi ketika kamu membeli apel impor yang dibeli dari belahan negara lain dibandingkan dengan membeli pisang yang tumbuh di banyak wilayah di negeri kita sendiri. Ini bukan sekedar masalah harga lho..